In Front Of You

In Front Of
You

Oleh :
MEGA LUNA SULIZTIA
X1 MIA EKONOMI 2

Brruuukkk! “Aduuhhh! berani banget sih kamu nabrak aku! Kamu punya mata gak sih?” teriakku pada seorang lelaki yang wajahnya begitu familiar bagiku tetapi aku tidak mengingatnya. Lelaki itu menatapku dengan wajah yang ketakutan, tapi aku tak peduli apa yang sedang dia rasakan. Entah mengapa hari ini aku benar-benar sial . Ya, benar-benar sial. Kulangkahkan kakiku pergi meninggalkannya seorang diri dengan wajah yang pucat, mungkin karena takut padaku.
Wajah itu, ya wajah itu.. “aahhh! aku tidak bisa mengingatnya, seperti kukenal tapi entah siapa” ucapku dalam hati sambil memegang kepala kananku. Rasa pusing itupun menjadi-jadi, rasa penasaran tentang lelaki itu memenuhi memoriku dan bertebaran dikepalaku. Kusandarkan sejenak punggungku pada salah satu tiang disekolah ini untuk mengurangi beban yang telah letih ditopang oleh kakiku. Dan dari kejauhan sana kulihat sahabatku hendak menghampiriku. Tetapi semakin lama aku melihatnya pandanganku semakin buram dan gelap, dan akhirnya gelap, gelap sepenuhnya.
Samar-samar kudengar suara sahabatku sedang bercakap-cakap dengan seseorang, kubuka mataku secara perlahan, dengan dahi yang mengkerut kuperhatikan sesosok pria dihadapan Kayla sahabatku itu.
“Astaga mengapa dia ada disini? Dan.. apa yang terjadi padaku? Ruangan ini.. siapa yang membawaku kesini?” ucapku dengan penuh tanda tanya.
“Sssstttt! Kamu ini emang cerewet ya, gimana? Udah puas tidurnya?”
“Tidur?” tanyaku balik. “Tadi kamu pingsan, setelah kamu dibawa ke uks kamu malah gak sadar-sadar, jadi aku izin untuk membawamu ke rumah sakit. Aku takut kamu kenapa-kenapa, semenjak….”
“Aaayyyy!! Sssttt!” potongku, karena aku sudah tau apa yang akan Kayla ucapkan.
“Iya aku tau, sorry sayang. Untung saja ada Dave yang mengangkatmu, kalau tidak uhhh mungkin lengan-lenganku sudah patah. Berterima kasihlah padanya” ujarnya
“Padanya? Gak! Gak akan keluar kata-kata terima kasih dari mulutku untuknya sebelum dia meminta maaf padaku.Dave ? Percuma nama kamu sebagus itu tapi nyatanya parasmu sangat buruk!”. Bentakku dengan tatapan sinis pada lelaki itu. Aku langsung bangkit dari kasur dan berniat mengambil handphoneku yang terletak diatas meja. Dengan heran Kayla menatapku atas sikapku yang seperti itu. Kuturunkan kakiku yang hendak melangkah. Tapi apa daya kakiku terasa lemas, itu membuatku hampir terjatuh, tak disangka Dave langsung merangkulku dan menggendongku menuju sofa. Ketika itu juga tiba-tiba dia berbisik ketelingaku “maafkan aku atas semua yang telah kulakukan padamu, aku akan membalasnya suatu saat nanti” ucapnya dengan lembut.
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Tak apa, aku hanya bilang semoga kamu cepat sembuh” ucapnya lirih. “Kalau begitu aku pamit duluan, aku masih ada ulangan hari ini, jaga Naya baik-baik ya Ay” tambahnya.
“Oh iya, tentu. Thankyou ya Dave, aku gak tau deh apa jadinya tadi kalau gak ada kamu” ucap Naya sambil tertawa pelan.
“Ya sudah, sana cepat pergi! Untuk apa kamu masih disini?” usirku kasar.
“Nay! Kamu gak boleh gitu dong, seenggaknya kamu bilang makasih atau hati-hati atau apalah”
“Aku kan sudah bilang, aku gak akan berterima kasih padanya, kamu kenapa sih?” tanyaku
“ Kenapa? Kamu yang kenapa?! Kamu tiba-tiba jadi jutek, marah-marah dan kasar sama orang baru. Dia baru 1 hari disekolah kita dan kamu udah ngasi kesan yang buruk padanya! Ingat, siapa yang membantuku membawamu kesini” Ocehan Kayla yang panjang lebar seperti ibu-ibu pun akhirnya keluar.
Aku terdiam, aku sudah terbiasa mendengar ocehan panjang lebar yang selalu keluar dari mulut sahabatku itu. Kulihat lelaki itu masih berdiri diujung pintu, mungkin dia memperhatikan aku dan Kayla berdebat sedari tadi. Dia hanya tersenyum menatapku, senyum yang manis, tapi entah kenapa aku benci melihatnya dan enggan mengenalnya.
“Maaf ya Dave, mungkin Naya lagi pms makaknya sensi banget. Kamu hati-hati ya” ucap Kayla. Lagi-lagi Dave hanya tersenyum lalu menghilang dibalik pintu sana.

Continue reading

Advertisements

Black be White

Black be White

Ini drabble aku bikin seri Hae Couple, untuk black day besok KyuHye nggak ada drabblenya karena mereka udah jadian.
Donghae_No_Other_Wallie_ver_2_by_Shainaii

~Story Begin~
“huh Black Day tahun ini aku sendirian deh. tahun lalu San Hye masih single seperti aku sekarang huft. Aku bingung apa yang harus aku lakukan black day tahun ini? Apakah aku harus makan jjangmyeon sambil minum kopi hitam? Tetapi hal itu sudah lama aku tidak lakukan karena biasanya saat black day aku dan San Hye pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang” kata Hae Ra pada dirinya sendiri.
Eotteongayo geudaen gwaenchannna bwayo haruharu geuttae chueoge jeojeo himi deuneyo
Eonjerado geudae doraondamyeon nunmul ttawin eopgetjyo dubeonjjae naui gobaeg…..

Tiba-tiba terdengar sebuah nada dari hape Hae Ra yang ternyata adalah telepon
‘Donghae Oppa Calling’
“Yeoboseyo” kata Hae Ra kepada seseorang yang ada diseberang.
“Yeoboseyo Ra-ya, apakah hari ini kamu kosong?” Tanya Donghae kepada Hae Ra.
“ne oppa, waeyo?” Tanya Hae Ra balik.
“Bisakah kamu menemaniku?” Tanya Donghae lagi.
“Ne? eoddiga?”
“temani oppa main basket di stadium basket dekat apartemenmu ya?”
“Arraseo jam berapa oppa?”
“Jam 10, otte?”
“Arraseo Oppa”
“apakah perlu oppa jemput?”
“aniya oppa jaraknya dekat kok, nanti kita bertemu disana saja”
“arraseo”
‘Klik’
~BBW~
Setelah bersiap Hae Ra pun pergi. Setelah menempuh waktu berkisar 10 menit, Hae Ra pun sampai ke lapangan basket tersebut.
‘DUK….DUK….DUK’ suara bola basket yang bersentuhan dengan lantai lapangan basket itu.
“oppa” Panggil Hae Ra.
“Oh Ra-ya” sahut Donghae.
“Chakkaman Ra-ya” kata Donghae lagi.
“ne oppa”
Saat Hae Ra sedang mendengarkan music sambil melihat Donghae bermain, tiba-tiba Donghae memanggil Hae Ra.
“Ra-ya” Seru Donghae.
“Ne oppa?” sahut Hae Ra.
“cobalah kamu periksa tasku”
“ne? waeyo oppa?”
“Lihat saja Ra-ya”
“ne oppa”

boneka bantal elmo

Setelah membuka tas Donghae, Hae Ra pun menemukan 1 boneka Elmo dan Satu Boneka Cookie monster
“kamu harus memilih salah satu Ra-ya?”
“ne jeongmal oppa? Aaa boneka ini lucu sekali, tapi aku bingung”
“aku pilih yang ini saja”
Hae Ra pun memilih boneka elmo.
“Gomawo Ra-ya” kata Donghae tiba-tiba.
“ne? bukannya harusnya aku yang bilang gomawo oppa karena kamu telah memberikan aku boneka elmo ini” sahut Hae Ra dengan bingung.
“aniya, sebenarnya aku menyuruhmu untuk memilih salah satu boneka itu sebagai cara aku menyatakan cinta kepadamu Ra-ya” jelas Donghae.
“Mwo?!” Jawab Hae Ra gugup.
“Saranghae Lee Hae dangsin-eun nae yeoja chinguga iss-eulkka?”
“ne Oppa I will”
“Gomawo Ra-ya” jawab Donghae dan setelah itu ia pun memeluk Hae Ra.
“Ra-ya apakah kamu mencintaiku?” Tanya Donghae.
“ne oppa” jawab Hae Ra dengan malu.
“sejak kapan?”
“sejak beberapa bulan yang lalu”
“Gomawo Ra-ya sudah mencintaiku” sahut Donghae dan ia pun mengeratkan pelukannya.
-END-
Huwee jelek ya ffnya
Ini ff khusus buat temen aku.
Seharusnya ff ini di publish tgl 14 kemaren tapi aku sedang persiapan un.
RCL ne ^^
dan bagi yang mau tau lagu apa yang jadi ringtone hapenya Hae Ra itu adalah lagunya BTOb – Second Confession