Story Of Nothing

Pagi ini…
Kurasakan sedih di dalam hati
Bagaikan langit tak berpelangi
Kurasakan perih di dalam hati
Layaknya kumengerti…
Kisah ini tak ada lagi berarti

Kau pergi… tinggalkan luka hati
Cinta yang lama bersemi hilang tinggalkan mimpi
Sungguhkah kujalani hidup tanpa dirimu kasih
Kuharap kau kan kembali bersamaku lagi

Hilangkan janji…
Yang kutanam didalam hati
Pastikan ada hati yang tersakiti
Seakan tak lagi berarti

Advertisements

Title : Happy 3rd Anniversary 2NE1 [Project]

Title : Happy 3rd Anniversary 2NE1 [Project]
Main Cast : 2NE1
Author : ICHAerin21_
Happy Reading-
****
“Hai anak orang kaya!.” Kata-kata itu lantas sudah sering terdengar oleh perempuan yang berjalan di koridor itu. Perempuan ini memiliki kendaraan pribadi, apartemen mewah, barang yang serba brand luar negeri. Semua memandangnya begitu sempurna. Hanya saja satu, ia tidak memiliki banyak teman.
“Annyeong Lee Chaerin imnida.” Wajahnya nampak datar ketika harus berkenalan di depan kelas, yaitu dimana sekolah baru yang ia tempati sekarang. Tidak ada satu orang pun yang menghiraukan perkataannya di depan, kecuali tiga orang perempuan yang duduk di tengah-tengah ruang kelas. Ketiga perempuan tersebut melambaikan tangannya bersamaan, dan menunjuk sebuah kursi kosong di belakang dua antaranya. Chaerin melangkahkan langkahnya ke arah kursi kosong diantara tiga perempuan tersebut.
“Annyeong Sandara Park imnida.” Perempuan yang disamping Chaerin duduk saat itu memberi jabat tangan kepada Chaerin. Namun yang ada, Chaerin hanya tersenyum dan sama sekali tidak berkata apa-apa.
****
“Annyeong Chaerin-ssi, kau pulang dengan siapa?.” Perempuan berbadan sexy itu menghampiri Chaerin dengan ketiga temannya tadi, termasuk teman sebangku Chaerin yaitu Sandara Park. Chaerin hanya menoleh sembari mengunyah permen karet yang di mulutnya itu. “Aku membawa mobil sendiri.”
“Waw ternyata kau sudah bisa menyetir ya!” Salah satu perempuan yang berambut pendek diantara ketiga perempuan itu menyambar Chaerin dengan perkataan seperti itu. Chaerin yang tadinya akan meninggalkan tempat itu, kembali lagi dan langkahnya sekarang menuju ketiga perempuan itu.
“Sebenarnya apa yang kalian mau dariku? Sebut saja! Sungguh aku sangat tidak suka orang yang banyak bertanya kepadaku!” Chaerin berbicara lantang seperti itu kepada tiga perempuan itu.
“Hei noona! Kau jangan sembarangan membentak ya! Kami hanya ingin berteman saja!.”
“Apa? Berteman? Sudah kuduga, apa ada yang salah dengan caraku sehingga ada orang lagi yang ingin berteman denganku.” Chaerin tertawa sendiri dan masih mengunyah permen karet di mulutnya itu.
“Apa maksutmu berkata seperti itu Chaerin-ssi?.” Sandara Park teman sebangku Chaerin menegaskan omongannya kepada Chaerin yang tengah tertawa
“Aku pindah ke sekolah ini karena aku sudah bosan di manfaatkan menjadi sumber materi oleh temanku. Apa disekolah ini juga seperti itu? Setauku di sekolah ini anaknya lugu-lugu, inilah alasanku pindah kesini.”
“Chaerin-ssi, kami tidak seperti yang kau bayangkan. Buat apa aku memanfaatkanmu? Aku juga bisa memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa memanfaatkan orang lain sekalipun.” Perempuan berambut lurus nan sexy itu merangkul kedua temannya itu.
“Ya benar!” Celoteh perempuan berambut pendek itu.
“Terserahlah!.” Chaerin meninggalkan mereka dan langsung menuju parkiran mobilnya, ya Black Lamborghini.
****
“Saya harap tugas ini kalian mengerjakannya secara bersamaan, tidak ada diantara kalian nanti yang tidak bekerja sama dengan kelompok yang akan saya bagikan.” Haera guru Fisika itu membagi 28 orang, menjadi 7 kelompok, yang masing-masing kelompok ber-anggotakan 4 orang siswa maupun siswi. “Sandara Park, Gong Minzy, Lee Chaerin dan Park Bom, kalian menjadi satu kelompok Fisika. Ingat tugas yang saya berikan harus jadi dalam waktu dua hari kedepan.”
“Ne.” Keempat perempuan itu menjawab bersama. Minzy dan Park Bom yang duduk di depan Dara dan Chaerin langsung menoleh kebelakang.
Park Bom dengan tatapan bingung bertanya kepada Chaerin dan Dara “Dimana kita akan mengerjakan tugas ini?.”
“Bagaimana kalau di apartemenku saja?.” Sandara tersenyum kepada ketiganya.
“Ya, di apartemen Sandara saja.” Minzy perempuan berambut pendek itu langsung mengalihkan pandangannya ke Chaerin
“Waeyo? Kenapa kalian menatapku seperti itu?.” Chaerin bingung dan menyangkahkan kakinya di kolong mejanya.
“Kau bisa tidak mengerjakan ini semua dengan kami di apartemennya Sandara hari ini dan besok sepulang sekolah?.” Park Bom bertanya dengan nada yang sangat halus, guna mengambil mood Chaerin untuk mengatakan bisa.
“Ne. Dimana apartemenya?.” Chaerin mengambil posisi duduk serius dan menatap mereka semua
“Tidak jauh dari sekolah kok.” Sandara tersenyum kepada Chaerin
“Araseo.”
****
Sepulang sekolah mereka bertiga yaitu Park Bom, Minzy, dan Dara memilih untuk pulang langsung ke apartemennya Sandara. Namun Chaerin? Ia lebih memilih untuk pulang terlebih dahulu untuk mengganti baju sekolah.
“Aku kasian dengan anak itu.” Bom mengambil cemilan yang ada di lemari gantung apartemen Sandara
“Siapa maksutmu unnie?.” Minzy biasa memanggil Bom dengan sebutan unnie
“Lee Chaerin. Ia sepertinya takut untuk berteman, tapi tidak semua orang itu sama seperti apa yang ia pikirkan.”
“Sudahlah, ia hanya saja belum menemukan arti teman yang sesungguhnya, suatu saat nanti, entah itu kapan pasti ia memiliki dan tahu apa arti teman yang sesungguhnya.” Sandara membawa gelas berisi coke ke meja di depan tv
15 minutes later
“Chaerin-ssi, akhirnya kau datang.” Minzy membuka pintu apartemen Sandara dan memberi senyuman manisnya itu untuk Chaerin
“Ya, aku tidak mungkin tidak datang.” Saat itu Chaerin membalas senyum Minzy
“Senyummu sangat manis.” Minzy mencubit pipi kiri Chaerin
“Aa!” Chaerin langsung berteriak kecil dan masuk menuju ruang tv Sandara. “Annyeong, maaf aku sedikit membuat kalian menunggu.”
“Ah, tidak apa-apa Chaerin-ssi. Ayo sekarang kita mengerjakan tugas Fisika itu.” Bom langsung berdiri dari tempatnya duduk tadi.
Selama beberapa jam mereka mengerjakan tugas, tentunya Bom, Minzy, dan Sandara sangat senang saling menjaili. Sedangkan Chaerin hanya tersenyum kecil dan lebih memilih untuk diam.
****
Hari ini, hari dimana tugas mereka harus jadi untuk dikumpulkan besok. Chaerin, Dara, Bom dan Minzy secepat kilat mengerjakan tugas Fisika itu tanpa bercandaan sedikitpun di apartemen Dara. Chaerin berhenti sejenak mengerjakan tugasnya.
“Waw ini kali pertamanya aku melihat kalian tidak ribut seperti biasanya.” Chaerin tertawa dan mengambil sesuatu dari tas mahalnya itu. Bom dan Minzy seakan bingung dengan Chaerin, sedangkan Dara? Hanya tersenyum melihat Bom dan Minzy
“Disinilah ia merasakan arti teman sebenarnya.” Sandara berbisik kepada Bom dan Minzy.
Chaerin mengambil handcam dari tasnya, dan ia langsung merekam Bom, Minzy dan Dara sembari tertawa sendiri
****
Mulai hari itu Chaerin mulai bergaul dengan Park Bom, Gong Minzy, dan Sandara Santokki. Mereka berempat memiliki nama panggilan “2NE1”. Mereka berempat seakan tidak bisa dipisahkan kesana kemari selalu bersama. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Dan ya, Chaerin kini percaya bahwa ia memiliki teman yang tidak memanfaatkan materi darinya.
****
Sudah tiga tahun mereka selalu bersama-sama. Bukan hanya memiliki hubungan dengan pacar saja bisa “Anniversary” 2NE1 juga memiliki bulan mereka anniv. Mereka sangat ingat tiga tahun lalu di bulan Mei, mereka mengesahkan 2NE1 . Anniv mereka lakukan dengan berbagai acara antara lain full day with 2NE1 jadi dimana hari anniv mereka harus bersama seharian itu. Namun anniv ke 3 kali ini, begitu sangat berbeda. Apa yang berbeda? Yang berbeda hanyalah satu, mereka merayakannya di rumah sakit.
****
Awal Mei, Chaerin tidak nampak disekolah. Chaerin mungkin absen dari awal sampai pertengahan Mei. Bom, Minzy, dan Sandara tidak tahu mengapa Chaerin mengambil absen selama itu. Mereka mencoba menghubungi Chaerin namun tidak Chaerin tidak bisa dihubungi sama sekali, akhirnya hari itu mereka bertiga memilih untuk ke apartemen Chaerin, memastikan tidak ada apa-apa yang terjadi dengan Chaerin.
****
“Mianhae Chaerin-ssi, kami memang bukan teman yang terbaik untukmu, sampai tidak mengetahui kondisimu disini sekarang seperti ini.” Sandara meneteskan air matanya dan menggenggam tangan Chaerin yang masih tertempelkan infus
“Tidak apa-apa, kalian sudah ingat denganku saja, aku sudah bahagia memiliki kalian.” Chaerin tersenyum kepada semua yang ada di ruang inapnya saat itu
“Apa yang terjadi denganmu Chaerin-ssi?. Kenapa kau tidak pernah cerita kau memiliki penyakit sekeras ini?.” Bom tak sanggup untuk menahan air matanya
“Aku tidak ingin kalian mengetahui penyakitku, aku tidak ingin membuat kalian cemas dengan keadaanku. Aku sangat bahagia bisa menghabiskan sisa hidupku terakhir dengan kalian seperti sekarang dan sebelum-sebelumnya.” Tidak disangka air mata Chaerin menetes di pipinya yang begitu pucat itu.
“Kau tidak boleh berbicara seperti itu unnie! Kau tidak boleh meninggalkan 2NE1! Unnie, sebentar lagi kita akan 3rd Anniversary, kau harus ikut di dalamnya!!!” Minzy memeluk Chaerin yang berada di kasur rumah sakit itu
Chaerin terus meneteskan air matanya, tidak sanggup untuk melihat teman-temannnya menangis seperti itu. “Iya teman-teman kalian tenang saja, aku berjanji akan merayakan Anniv terakhir kita secara bersama-sama.”
Dara, Bom dan Minzy terus menangis, mereka tidak tahan dengan perkataan salah satu teman mereka yang mengidap penyakit kanker yang sudah stadium4.
****
D-1 till 2NE1 3rd Anniversary
24 Jam lagi, mereka resmi 3 Tahun bersama. Saat itu Sandara membawa gitar kecilnya kerumah sakit. Tentunya bukan hanya Sandara yang kerumah sakit, Bom dan Minzy pasti juga ikut.
“Aku ingin sekali mendengar kalian menyanyi.” Chaerin tertawa kecil
“Aku membawa gitar Chaerin-ssi, kau ingin lagu apa? Sebut, sebut.” Sandara seperti layaknya jagoan ingin menghibur Chaerin
“Aku ingin sekali mendengar lagu Lonely, dimana aku tahu sebentar lagi aku disana akan sendiri.” Chaerin tersenyum
“Chaerin-ssi, berhenti berbicara seperti itu.” Bom dengan raut wajah seperti kesal memandang Chaerin. Dan Chaerin hanya bisa tertawa kecil
Sandara mulai melentikan jari-jemarinya memaikan gitar kecil itu, Bom dan Minzy mulai menyanyikan lagu Lonely
“Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely”
“Baby I’m sorry neowa isseodo nan lonely
Saranghagin naega bujokhanga bwa
Ireon motnan nal yongseohae”
Setelah beberapa jam setelah itu, Minzy pergi untuk membeli tart maupun mengambil cup cakes pesanannya untuk merayakan 3rd Anniv 2NE1.
Setelah semua mereka persiapkan, mereka malam itu memilih untuk menginap dan menyusun rencana untuk besok mereka full day akan kemana saja.
Pukul 23.59. Mereka sudah menyalakan lilin di samping Chaerin yang bersandar di tempat tidur dan masih menggunakan infus. Tepat jam 24.00 dimana pergantian hari, dimana mereka tepat 3 Tahun telah bersama, melewati senang maupun sedih yang ditanggung bersama. Mereka berempat meniup lilin di tart dan cup cakes itu. Dan setelah itu, Chaerin membaringkan badannya sejenak.
****
“Hari ini kami harus sekolah dulu Chaerin-ssi.” Bom mencium kecil kening Chaerin.
“Ne, kami janji akan menghabiskan waktu seharian penuh ini sepulang sekolah dan tentunya di tempat ini juga.” Sandara menggenggam tangan Chaerin
“Tunggu kami sampai pulang ya unnie.” Minzy dengan aegyo khasnya berbicara itu kepada Chaerin
Chaerin tentunya tidak merespon apa-apa sama sekali. Ia hanya terseyum dan melihat ke arah jendela rumah sakit yang memancarkan sinar matahari itu langsung.
****
“’Happy Anniversary 2NE1.’ Rata-rata anak sekolah mengucapkan itu, seandainya saja Chaerin berada disini.” Sandara merasakan suatu ke ganjalan di hatinya “Aku harus kerumah sakit sekarang, aku merasa ada yang berbeda.”
Bom, Minzy dan Sandara meminta izin untuk pulang terlebih dahulu dengan berbagai alasan untuk menghampiri Chaerin yang berada di rumah sakit.
****
Baru saja 3 langkah ketiga perempuan itu dari pintu ruangan itu, suara yang mereka takutkan dan mereka tidak inginkan itu berbunyi. Chaerin tersenyum dari arah itu, dan melambaikan tangannya yang sangat lemas itu. Tangan itu pun tidak sanggup untuk melambai lagi, setetes air mata terjatuh di pipi manis perempuan cuek itu. Dan ia pergi untuk selama-lamanya.
“Chaerin-ssi!” Semua menangisinya di saat itu.
“Kami tidak akan melupakanmu maupun menggantikanm selamanya!”
“Rest In Peace Lee Chaerin. We love you.”
***
Flashback
Sebelum Chaerin pergi meninggalkan 2NE1, ia menulis sebuah surat berisikan
“Aku telah menemukan arti teman sesungguhnya, yaitu kalian Park Bom-ssi, Sandara Park, dan Gong Minzy. Jangan pernah melupakanku dari awal sampai hari terakhirku, dan aku memohon tidak ada yang menggantikanku di 2NE1. I love you guys. Thx for all memorys.”
-END-

Title : Happy 3rd Anniversary 2NE1 [Project]
Main Cast : 2NE1
Author : ICHAerin21_
Happy Reading-
****
“Hai anak orang kaya!.” Kata-kata itu lantas sudah sering terdengar oleh perempuan yang berjalan di koridor itu. Perempuan ini memiliki kendaraan pribadi, apartemen mewah, barang yang serba brand luar negeri. Semua memandangnya begitu sempurna. Hanya saja satu, ia tidak memiliki banyak teman.
“Annyeong Lee Chaerin imnida.” Wajahnya nampak datar ketika harus berkenalan di depan kelas, yaitu dimana sekolah baru yang ia tempati sekarang. Tidak ada satu orang pun yang menghiraukan perkataannya di depan, kecuali tiga orang perempuan yang duduk di tengah-tengah ruang kelas. Ketiga perempuan tersebut melambaikan tangannya bersamaan, dan menunjuk sebuah kursi kosong di belakang dua antaranya. Chaerin melangkahkan langkahnya ke arah kursi kosong diantara tiga perempuan tersebut.
“Annyeong Sandara Park imnida.” Perempuan yang disamping Chaerin duduk saat itu memberi jabat tangan kepada Chaerin. Namun yang ada, Chaerin hanya tersenyum dan sama sekali tidak berkata apa-apa.
****
“Annyeong Chaerin-ssi, kau pulang dengan siapa?.” Perempuan berbadan sexy itu menghampiri Chaerin dengan ketiga temannya tadi, termasuk teman sebangku Chaerin yaitu Sandara Park. Chaerin hanya menoleh sembari mengunyah permen karet yang di mulutnya itu. “Aku membawa mobil sendiri.”
“Waw ternyata kau sudah bisa menyetir ya!” Salah satu perempuan yang berambut pendek diantara ketiga perempuan itu menyambar Chaerin dengan perkataan seperti itu. Chaerin yang tadinya akan meninggalkan tempat itu, kembali lagi dan langkahnya sekarang menuju ketiga perempuan itu.
“Sebenarnya apa yang kalian mau dariku? Sebut saja! Sungguh aku sangat tidak suka orang yang banyak bertanya kepadaku!” Chaerin berbicara lantang seperti itu kepada tiga perempuan itu.
“Hei noona! Kau jangan sembarangan membentak ya! Kami hanya ingin berteman saja!.”
“Apa? Berteman? Sudah kuduga, apa ada yang salah dengan caraku sehingga ada orang lagi yang ingin berteman denganku.” Chaerin tertawa sendiri dan masih mengunyah permen karet di mulutnya itu.
“Apa maksutmu berkata seperti itu Chaerin-ssi?.” Sandara Park teman sebangku Chaerin menegaskan omongannya kepada Chaerin yang tengah tertawa
“Aku pindah ke sekolah ini karena aku sudah bosan di manfaatkan menjadi sumber materi oleh temanku. Apa disekolah ini juga seperti itu? Setauku di sekolah ini anaknya lugu-lugu, inilah alasanku pindah kesini.”
“Chaerin-ssi, kami tidak seperti yang kau bayangkan. Buat apa aku memanfaatkanmu? Aku juga bisa memenuhi kebutuhanku sendiri tanpa memanfaatkan orang lain sekalipun.” Perempuan berambut lurus nan sexy itu merangkul kedua temannya itu.
“Ya benar!” Celoteh perempuan berambut pendek itu.
“Terserahlah!.” Chaerin meninggalkan mereka dan langsung menuju parkiran mobilnya, ya Black Lamborghini.
****
“Saya harap tugas ini kalian mengerjakannya secara bersamaan, tidak ada diantara kalian nanti yang tidak bekerja sama dengan kelompok yang akan saya bagikan.” Haera guru Fisika itu membagi 28 orang, menjadi 7 kelompok, yang masing-masing kelompok ber-anggotakan 4 orang siswa maupun siswi. “Sandara Park, Gong Minzy, Lee Chaerin dan Park Bom, kalian menjadi satu kelompok Fisika. Ingat tugas yang saya berikan harus jadi dalam waktu dua hari kedepan.”
“Ne.” Keempat perempuan itu menjawab bersama. Minzy dan Park Bom yang duduk di depan Dara dan Chaerin langsung menoleh kebelakang.
Park Bom dengan tatapan bingung bertanya kepada Chaerin dan Dara “Dimana kita akan mengerjakan tugas ini?.”
“Bagaimana kalau di apartemenku saja?.” Sandara tersenyum kepada ketiganya.
“Ya, di apartemen Sandara saja.” Minzy perempuan berambut pendek itu langsung mengalihkan pandangannya ke Chaerin
“Waeyo? Kenapa kalian menatapku seperti itu?.” Chaerin bingung dan menyangkahkan kakinya di kolong mejanya.
“Kau bisa tidak mengerjakan ini semua dengan kami di apartemennya Sandara hari ini dan besok sepulang sekolah?.” Park Bom bertanya dengan nada yang sangat halus, guna mengambil mood Chaerin untuk mengatakan bisa.
“Ne. Dimana apartemenya?.” Chaerin mengambil posisi duduk serius dan menatap mereka semua
“Tidak jauh dari sekolah kok.” Sandara tersenyum kepada Chaerin
“Araseo.”
****
Sepulang sekolah mereka bertiga yaitu Park Bom, Minzy, dan Dara memilih untuk pulang langsung ke apartemennya Sandara. Namun Chaerin? Ia lebih memilih untuk pulang terlebih dahulu untuk mengganti baju sekolah.
“Aku kasian dengan anak itu.” Bom mengambil cemilan yang ada di lemari gantung apartemen Sandara
“Siapa maksutmu unnie?.” Minzy biasa memanggil Bom dengan sebutan unnie
“Lee Chaerin. Ia sepertinya takut untuk berteman, tapi tidak semua orang itu sama seperti apa yang ia pikirkan.”
“Sudahlah, ia hanya saja belum menemukan arti teman yang sesungguhnya, suatu saat nanti, entah itu kapan pasti ia memiliki dan tahu apa arti teman yang sesungguhnya.” Sandara membawa gelas berisi coke ke meja di depan tv
15 minutes later
“Chaerin-ssi, akhirnya kau datang.” Minzy membuka pintu apartemen Sandara dan memberi senyuman manisnya itu untuk Chaerin
“Ya, aku tidak mungkin tidak datang.” Saat itu Chaerin membalas senyum Minzy
“Senyummu sangat manis.” Minzy mencubit pipi kiri Chaerin
“Aa!” Chaerin langsung berteriak kecil dan masuk menuju ruang tv Sandara. “Annyeong, maaf aku sedikit membuat kalian menunggu.”
“Ah, tidak apa-apa Chaerin-ssi. Ayo sekarang kita mengerjakan tugas Fisika itu.” Bom langsung berdiri dari tempatnya duduk tadi.
Selama beberapa jam mereka mengerjakan tugas, tentunya Bom, Minzy, dan Sandara sangat senang saling menjaili. Sedangkan Chaerin hanya tersenyum kecil dan lebih memilih untuk diam.
****
Hari ini, hari dimana tugas mereka harus jadi untuk dikumpulkan besok. Chaerin, Dara, Bom dan Minzy secepat kilat mengerjakan tugas Fisika itu tanpa bercandaan sedikitpun di apartemen Dara. Chaerin berhenti sejenak mengerjakan tugasnya.
“Waw ini kali pertamanya aku melihat kalian tidak ribut seperti biasanya.” Chaerin tertawa dan mengambil sesuatu dari tas mahalnya itu. Bom dan Minzy seakan bingung dengan Chaerin, sedangkan Dara? Hanya tersenyum melihat Bom dan Minzy
“Disinilah ia merasakan arti teman sebenarnya.” Sandara berbisik kepada Bom dan Minzy.
Chaerin mengambil handcam dari tasnya, dan ia langsung merekam Bom, Minzy dan Dara sembari tertawa sendiri
****
Mulai hari itu Chaerin mulai bergaul dengan Park Bom, Gong Minzy, dan Sandara Santokki. Mereka berempat memiliki nama panggilan “2NE1”. Mereka berempat seakan tidak bisa dipisahkan kesana kemari selalu bersama. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Dan ya, Chaerin kini percaya bahwa ia memiliki teman yang tidak memanfaatkan materi darinya.
****
Sudah tiga tahun mereka selalu bersama-sama. Bukan hanya memiliki hubungan dengan pacar saja bisa “Anniversary” 2NE1 juga memiliki bulan mereka anniv. Mereka sangat ingat tiga tahun lalu di bulan Mei, mereka mengesahkan 2NE1 . Anniv mereka lakukan dengan berbagai acara antara lain full day with 2NE1 jadi dimana hari anniv mereka harus bersama seharian itu. Namun anniv ke 3 kali ini, begitu sangat berbeda. Apa yang berbeda? Yang berbeda hanyalah satu, mereka merayakannya di rumah sakit.
****
Awal Mei, Chaerin tidak nampak disekolah. Chaerin mungkin absen dari awal sampai pertengahan Mei. Bom, Minzy, dan Sandara tidak tahu mengapa Chaerin mengambil absen selama itu. Mereka mencoba menghubungi Chaerin namun tidak Chaerin tidak bisa dihubungi sama sekali, akhirnya hari itu mereka bertiga memilih untuk ke apartemen Chaerin, memastikan tidak ada apa-apa yang terjadi dengan Chaerin.
****
“Mianhae Chaerin-ssi, kami memang bukan teman yang terbaik untukmu, sampai tidak mengetahui kondisimu disini sekarang seperti ini.” Sandara meneteskan air matanya dan menggenggam tangan Chaerin yang masih tertempelkan infus
“Tidak apa-apa, kalian sudah ingat denganku saja, aku sudah bahagia memiliki kalian.” Chaerin tersenyum kepada semua yang ada di ruang inapnya saat itu
“Apa yang terjadi denganmu Chaerin-ssi?. Kenapa kau tidak pernah cerita kau memiliki penyakit sekeras ini?.” Bom tak sanggup untuk menahan air matanya
“Aku tidak ingin kalian mengetahui penyakitku, aku tidak ingin membuat kalian cemas dengan keadaanku. Aku sangat bahagia bisa menghabiskan sisa hidupku terakhir dengan kalian seperti sekarang dan sebelum-sebelumnya.” Tidak disangka air mata Chaerin menetes di pipinya yang begitu pucat itu.
“Kau tidak boleh berbicara seperti itu unnie! Kau tidak boleh meninggalkan 2NE1! Unnie, sebentar lagi kita akan 3rd Anniversary, kau harus ikut di dalamnya!!!” Minzy memeluk Chaerin yang berada di kasur rumah sakit itu
Chaerin terus meneteskan air matanya, tidak sanggup untuk melihat teman-temannnya menangis seperti itu. “Iya teman-teman kalian tenang saja, aku berjanji akan merayakan Anniv terakhir kita secara bersama-sama.”
Dara, Bom dan Minzy terus menangis, mereka tidak tahan dengan perkataan salah satu teman mereka yang mengidap penyakit kanker yang sudah stadium4.
****
D-1 till 2NE1 3rd Anniversary
24 Jam lagi, mereka resmi 3 Tahun bersama. Saat itu Sandara membawa gitar kecilnya kerumah sakit. Tentunya bukan hanya Sandara yang kerumah sakit, Bom dan Minzy pasti juga ikut.
“Aku ingin sekali mendengar kalian menyanyi.” Chaerin tertawa kecil
“Aku membawa gitar Chaerin-ssi, kau ingin lagu apa? Sebut, sebut.” Sandara seperti layaknya jagoan ingin menghibur Chaerin
“Aku ingin sekali mendengar lagu Lonely, dimana aku tahu sebentar lagi aku disana akan sendiri.” Chaerin tersenyum
“Chaerin-ssi, berhenti berbicara seperti itu.” Bom dengan raut wajah seperti kesal memandang Chaerin. Dan Chaerin hanya bisa tertawa kecil
Sandara mulai melentikan jari-jemarinya memaikan gitar kecil itu, Bom dan Minzy mulai menyanyikan lagu Lonely
“Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely”
“Baby I’m sorry neowa isseodo nan lonely
Saranghagin naega bujokhanga bwa
Ireon motnan nal yongseohae”
Setelah beberapa jam setelah itu, Minzy pergi untuk membeli tart maupun mengambil cup cakes pesanannya untuk merayakan 3rd Anniv 2NE1.
Setelah semua mereka persiapkan, mereka malam itu memilih untuk menginap dan menyusun rencana untuk besok mereka full day akan kemana saja.
Pukul 23.59. Mereka sudah menyalakan lilin di samping Chaerin yang bersandar di tempat tidur dan masih menggunakan infus. Tepat jam 24.00 dimana pergantian hari, dimana mereka tepat 3 Tahun telah bersama, melewati senang maupun sedih yang ditanggung bersama. Mereka berempat meniup lilin di tart dan cup cakes itu. Dan setelah itu, Chaerin membaringkan badannya sejenak.
****
“Hari ini kami harus sekolah dulu Chaerin-ssi.” Bom mencium kecil kening Chaerin.
“Ne, kami janji akan menghabiskan waktu seharian penuh ini sepulang sekolah dan tentunya di tempat ini juga.” Sandara menggenggam tangan Chaerin
“Tunggu kami sampai pulang ya unnie.” Minzy dengan aegyo khasnya berbicara itu kepada Chaerin
Chaerin tentunya tidak merespon apa-apa sama sekali. Ia hanya terseyum dan melihat ke arah jendela rumah sakit yang memancarkan sinar matahari itu langsung.
****
“’Happy Anniversary 2NE1.’ Rata-rata anak sekolah mengucapkan itu, seandainya saja Chaerin berada disini.” Sandara merasakan suatu ke ganjalan di hatinya “Aku harus kerumah sakit sekarang, aku merasa ada yang berbeda.”
Bom, Minzy dan Sandara meminta izin untuk pulang terlebih dahulu dengan berbagai alasan untuk menghampiri Chaerin yang berada di rumah sakit.
****
Baru saja 3 langkah ketiga perempuan itu dari pintu ruangan itu, suara yang mereka takutkan dan mereka tidak inginkan itu berbunyi. Chaerin tersenyum dari arah itu, dan melambaikan tangannya yang sangat lemas itu. Tangan itu pun tidak sanggup untuk melambai lagi, setetes air mata terjatuh di pipi manis perempuan cuek itu. Dan ia pergi untuk selama-lamanya.
“Chaerin-ssi!” Semua menangisinya di saat itu.
“Kami tidak akan melupakanmu maupun menggantikanm selamanya!”
“Rest In Peace Lee Chaerin. We love you.”
***
Flashback
Sebelum Chaerin pergi meninggalkan 2NE1, ia menulis sebuah surat berisikan
“Aku telah menemukan arti teman sesungguhnya, yaitu kalian Park Bom-ssi, Sandara Park, dan Gong Minzy. Jangan pernah melupakanku dari awal sampai hari terakhirku, dan aku memohon tidak ada yang menggantikanku di 2NE1. I love you guys. Thx for all memorys.”
-END-