Nama : Haniel Yefta Purwanto ; Kelas : XI MIA 2 ; Absen : 14

Pacar Terindah

Pada saat aku lulus SMP aku memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang SMA , aku melanjutkan ke SMAN 2 Mataram yang berada dekat dengan rumahku , saat aku masuk aku mengikuti tes kelas internasional . Pada saat itu aku ragu menjawab soal-soal tes kelas internasional karena aku belum pernah mengikuti tes seperti itu , seakan akan aku diperhadapkan dengan tes kenaikan kelas . Tak disangka aku berhasil mengerjakan soal-soal tersebut dan bisa lulus , seminggu setelah tes tersebut aku mengikuti kelas internasional untuk pertama kalinya .

Tak disangka aku bertemu dengan wanita yang begitu cantik , jantungku serasa ingin lepas karena kecantikan wajahnya ketika aku melihat wajahnya . Tak disangka teman sebangku ku untuk pertama kalinya adalah dia , rasanya aku ingin menghentikan waktu ketika dia duduk di sebelah ku saat itu . Rasanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama , tak terasa bel berbunyi dan kami pun kembali ke kelas kami untuk melanjutkan perlajaran reguler.

Setiap hari aku selalu memerhatikan dia seakan akan dia adalah sosok bidadari yang dikirim Tuhan untukku seorang , aku selalu berdoa agar Tuhan menjodohkan ku dengan dia . Bel pulang sekolah pun berbunyi kami pun pulang kerumah kami masing masing , keesokan harinya lagi lagi kami duduk berdua . Jantungku pun berdebar seperti kemarin saat duduk bersamanya , aku sangat bahagia karena Tuhan masih mengijinkanku untuk duduk bersamanya pada hari itu .

Waktupun tak terasa karena kami berdua semakin akrab , aku memberanikan diri untuk menanyakan nomor telefon dia , tak di sangka dia memberikannya . Setelah pulang sekolah akupun bergegas menghubungi dia , ternyata nomor yang diberikan benar . Kami bercakap cakap sepanjang malam hingga kami mengantuk lalu tidur , pada hari ketiga kelas inter , aku dan dia bermain sebuah permainan yang tidak terlalu terkenal .

Tapi bagiku bermain bersama dia adalah suatu kemajuan agar aku bisa semakin akrab dengannya , tak di sangka aku memenangkan permainan tersebut . Peraturan yang kami buat jika ada yang memenangkan permainan tersebut dapat meminta sesuatu , dan terlintas di pikiranku untuk menyatakan perasaanku padanya waktu itu . Seakan akan Tuhan memberi jalan pintas untuk bisa mendapatkan dia , tak lama kemudian aku menyatakan perasaanku .

Awalnya aku ragu karena tidak biasanya aku menyatakan perasaanku kepada wanita di depan umum , tapi hati ku berkata lain aku tetap memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku padanya . Tak disangka dia juga mempunyai perasaan yang sama denganku , dan akhirnya kamipun berpacaran , aku tidak akan pernah melupakan hari itu dimana aku bisa menyatakan perasaanku padanya .

Hari-hari di sekolah kami lewati bersama dengan penuh kebahagiaan , tetapi terkadang kami juga sering mengalami pertengkaran entah itu aku yang memulainya ataupun dia . Setidaknya kami bisa mengatasi masalah kami tanpa perlu menggunakan kekerasan , 1 bulan tak terasa kami lewati bersama-sama .

Dibulan selanjutnya kami semakin hari semakin sering mengalami pertengkaran , pada saat itu aku terlalu sering membuat masalah . Padahal sebenarnya aku hanya ingin diperhatikan saja olehnya karena semakin hari dia semakin akrab dengan temanku , aku berpikir jika nanti dia lebih memilih temanku dari pada aku apakah aku siap menerima dengan lapang dada atau tidak .

Tentu saja aku tidak bisa menerimanya begitu saja , aku mulai bertanya-tanya kepada dia tentang status hubungan dia dengan temanku itu , katanya hanya sekedar teman saja . Namun dipikiranku tidak seperti apa yang dia katakan , aku menganggapnya dia ingin berselingkuh dengan temanku itu , setiap hari aku mulai memperhatikan gerak gerik mereka seakan akan mereka ingin membuatku cemburu .

Tentu saja aku cemburu dengan sikap mereka , karena aku paling tidak suka jika wanita idamanku dekat dengan pria lain selain diriku . Setiap hari aku menegur sikap pacarku jika dia mendekati temenku itu , setiap kami bertengkar selalu karena temanku itu . Tak lama kemudian tidak hanya satu temanku saja yang dekat dengan dia , ternyata sahabatku juga ikut-ikutan mendekati dia entah untuk membuatku cemburu atau yang lainnya .

Waktu itu aku memberanikan diri menanyakan perasaan sahabatku itu , untung saja dia hanya sekedar ingin bertemenan dengan pacarku ini . Dua bulan kami lewati , semakin sering kami bertengkar entah karena temanku ato yang lainnya . Aku mulai merasa kalau dia mempunyai pria lain selain diriku , tapi kata sahabat pacarku dia hanya mempunyai perasaan terhadapku saja .

Aku berterimakasih pada Tuhan karena masih memberikan wanita yang tepat kepadaku meski kami berdua berbeda agama hal tersebut tidak menjadi beban pikiranku pada saat itu . Empat , lima bulan kami lewati tak terasa hampir enam bulan aku bersama-sama dengan dia , waktu bulan ke enam aku memberikan dia 6 tangkai mawar biru kebetulan warna biru adalah warna kesukaanku .

Pada bulan itu aku berharap agar hubungan kami berdua bisa lebih lama lagi , tetapi terjadi sebaliknya kami menyudahi hubungan kami pada bulan ke enam . Seiring jalannya waktu kami tetap berteman seakan-akan kami masih mempunyai hubungan yang spesial layaknya pada waktu pacaran dulu , aku tetap sering main kerumah dia dan di sekolahpun aku tetap duduk bersama dia meski kami sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi . Hubunganku dengan dia semakin hari semakin membaik , kami menjadi lebih mengenal satu sama lain .

Setiap hari seakan-akan aku merasa layaknya berpacaran dengan dia , karena kami selalu bermain bersama . Hari demi hari kami lewati , aku bertemu dengan wanita lain wajahnya membuat aku terpesona layaknya saat pertama kali aku melihat luna , akupun mulai mendekati dia lalu menjauh dari mantanku itu . Aku meminta pin Bbnya saat kami latihan paduan suara .

Tak butuh waktu lama aku bisa mendapatkan dia seolah-olah dia sudah mencintaiku sejak lama sehingga pada saat aku menyatakan cintaku kepadanya dia tidak menolak . Tetapi pada sore harinya aku harus meninggalkan dia , karena aku harus menuntut ilmu ke Australi . Aku sangat sedih ketika hari itu , karena aku harus meninggalkan dia sendiri di kota ku .

Tak lama aku di sana , aku mendengar kalau pacarku mempunyai masalah dengan mantanku yang dulu , aku bingung harus mempercayai yang mana seolah-olah aku di perhadapkan dengan 2 pilihan yang sangat susah untuk aku pilih . Aku pun memilih untuk lebih mempercayai mantanku itu , kenapa ? karena sahabatku mengatakan hal yang berbeda dari pacarku waktu itu .

Aku pun memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan dia karena dia telah membuatku kecewa dengan kebohongan yang ia buat , setelah 2 minggu aku berada di australi aku kembali ke indonesia . Setelah itu hari demi hari aku lewati tanpa adanya pacar yang menemaniku , aku menjali hidup layaknya teman-temanku yang tidak mempunyai pacar .

Tetapi aku diam-diam mulai mendekati mantanku yang pertama tadi , aku tidak pernah terpikir jika aku kembali padanya bagaimana hubungaku dengan dia bisa mesra seperti dulu atau tidak . Tapi aku sudah memutuskan untuk mendekatinya lagi karena aku masih mempunyai rasa sayang kepada dia , tiap hari kami mulai berbicara layaknya teman setidaknya itu awal yang bagus untuk memulai hubunganku yang sempat kandas .

Satu bulan aku dekat dengan dia dan aku sempat menyatakan perasaanku untuk kedua kalinya kepadanya , dia ingin aku menyatakan perasaanku pada saat hari ulang tahunnya . Waw aku sangat tak menduga kalau dia masih mau menerimaku kembali pada saat itu , aku pun mulai merencanakan bagaimana harus menyatakan perasaanku pada saat ulang tahunnya itu .

Tak lama kemudian pada tanggal 12 April hari dimana dia berulang tahun aku bersama teman-temanku memberikan dia kejutan aku melihat wajahnya mulai memerah seakan-akan dia sangat senang ketika aku ikut memberikan kejutan pada saat itu , dan disaat itu aku memberikan dia sebuah kado yaitu sebuah boneka beruang yang berwarna merah muda . Setelah memberikan kado itu aku dan teman-temanku diundang untuk makan masakan yang sudah dihidangkan oleh ibunya , pada saat itu makannnya enak sekali . Pada saat kami ingin berpamitan untuk pulang , aku menyatakan perasaanku kepadanya sesuai janjiku padanya .

Di saat itu aku menyatakan perasaanku kepadanya di depan teman-temanku dan di depan teman-temannya juga , aku sangat malu sampai-sampai aku grogi tidak tahu ingin berkata apa , sekitar 10 menit aku tidak mengucapkan sepatah katapun untuknya setelah itu aku memberanikan diri mencoba untuk menyatakan perasaanku untuk yang kedua kalinya , setelah menyampaikan itu akupun lega dan dia menerimaku menjadi kekasihnya untuk kedua kalinya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s