BECOMEAS REAL

BECOMEAS REAL

Dua puluh tigaaaaaaa!!!
Yaa hari ini tanggal 23, dimana hari ini sang idola mengadakan konser di Indonesia. Sebagai penggemar, ya mungkin bisa dibilang fanatic. Albumnya, bukunya, parfumenya, atau apa lagi? Semua pasti aku punya, tapi entah lah kenapa disaat aku ingin bertemu dengan dia, aku gak bisa ketemu, ahhh itu rasanya hmm… sedih banget pastinya. Gak bisa aku bayangin deh gimana gembiranya orang-orang yang bisa ketemu sama sang idola, mungkin sampai nangis-nangis, iya gak sih?.
Huh gak semangat banget deh rasanya mau sekolah hari ini, sudah pasti karna hari ini tanggal 23. Sahabatku semua juga gak ada yang seru hari ini. Bukannya ngehibur sahabatnya yang satu ini lagi sedih malah makin manas-manasin aku. Kalau aku pulang ke rumah pastinya aku makin bete dibuat, bukan karna apa-apa sih cuma aku orangnya gak betahan diem dirumah.
Akhirnya aku putusin untuk pergi, entah kemana yang penting aku gak dirumah. Belum selesai ngabisin es cream yang baruku beli, tiba-tiba dari kejauhan mataku tertuju pada sosok laki-laki dan perempuan, dengan asiknya berpegangan tangan sambil terus saling menatap pasangan nya. Semakin lama aku perhatikan dua orang itu, semakin cepat juga aku menyadari semuanya. Aku mengenalnya!!! Mengenali dua orang itu tanpa ragu.
Gilaaa…!! itu Neerja. Lalu orang disamping Neerja, Angel, anak kepala sekolah dimana tempat aku sekolah. Seberernya bukan itu yang buat aku kaget banget kenapa Neerja bisa jalan bareng Angel, melainkan Angel sahabatku, bukan sahabat lagi, aku sudah anggap dia sebagai saudara. Betapa kecewanya ngeliat dia seorang sahabatku, jalan sama orang yang aku suka. Lalu apa gunanya aku cerita sama Angel soal perasaanku sama Neerja, apa gunanya dia coba ngenasehatin aku dan ngasi aku saran buat bisa deketin Neerja? Ahh sahabat palsu.

***
“Selamat pagi Aura cantik.” sapa Angel dengan ramahya. Aku hanya tersenyum kehadapannya. Tanpa rasa bersalah Angel masih berani menyapaku seperti itu. Apa dia masih ingin berpura-pura lagi dihadapan aku. Oke boleh aja dia bersandiwara lagi, tapi jangan harap aku akan bersikap seperti biasanya kepada dia.
Seperti biasa, saat jam istirahat aku selalu kumpul bareng sahabat-sahabat aku. Melly, Melly Spirkle anaknya cantik, mancung, mirip bule gitu, karna emang ayah Melly berasal dari Amerika. Sayangnya ayah Melly sudah meninggal 2 minggu yang lalu. Hilda, Hilda Stefani orangnya baik banget, setiap aku butuh dia, pasti dia ada buat aku. Semoga aja dia gak palsu kaya sahabat gue yang terakhir ini, Angel, Angel Collins. Rasanya ingin aku bunuh itu orang kalau inget-inget kejadian kemarin.
“Hai Aura, mau pulang? Tumben sendiri, mana sahabat-sahabatmu?.” tiba-tiba saja Bayu menyapaku yang sedang terbengong di parkiran sekolah karna lagi-lagi melihat Neerja pulang bareng Angel. “Ehh Bayu, iya nih aku mau pulang, mungkin yang lain udah pulang duluan. Mau bareng?.” “Iya boleh.” Dengan spontan dan terdengat sangat gembira Bayu menerima tawaranku. “Yaudah yuk cepat masuk.” Bayu langsung masuk ke dalam mobilku tanpa berbicara apa-apa lagi.
“ohh iya, kok tumben kamu ngajak aku bareng? Biasanya ngobrol sebentar bareng aku aja kamu udah keliatan gak betah banget, bahkan langsung mencari alasan untuk ngehindarin aku.” Bayu pun memulai pembicaraan terlebih dahulu. “Yaa kepengin aja pulang bareng kamu.” Wajah Bayu langsung merah karna malu. “Mimpi apa aku semalam sampai-sampai hari ini seorang Aura Palvin pingin bulang bareng aku?.” “haa? Apa kamu bilang?.” “Oh bukan apa-apa, lupain aja.”
Setelah setengah perjalanan tanpa saling bercakap dan merasa sedikit bosan. Akhirnya aku yang harus memulai pembicaraan. “Yu, kamu mau dengerin cerita aku gak.?” Apa-apaan, kenapa tiba-tiba saja aku malah memintaBayu buat ngedengerin cerita aku. “Dengan senang hati, apa sih yang enggak buat kamu.” “Yaudah, kalo kamu memang bener-bener mau ngedengerin cerita aku kita berhenti sebentar di taman dekat mall ya.” “Iya Aura, terserah kamu saja.” “Tapi ingat, jangan beritahu siapapun.” “Sebegitu rahasianya kah?.” “Udah deh jangan bawel ikutin aja kata aku.”

***

Lagi-lagi seperti ini. Seperti tak dianggap dan tak berharga. Mungkin dimatanya aku ini wanita yang bodoh yang pernah dia temui. Wanita yang masih tetap mencintainya, meskipun berulang kali dia sakiti, dan tetap memaafkan walaupun aku tau maaf ini sudah tidak pantas lagi aku berikan untuknya. Harus bagaimana aku mengungkapkannya, agar kau mengerti perasaan ini. Lelah aku dengan semua sikapnya.
Aku mulai berjalan disekitar taman dekat sekolah. Sambil memanjakan mataku yang sedari tadi berusaha membuatku untuk meneteskan air matanya. Masih terus berjalan, mencari tempat yang bisa untuk aku jadikan tumpuan melepas lelah. Akhirnya, tak ingin menjadi yang paling menderita di taman ini. Aku memutuskan pergi dan mencari tempat yang jauh lebih indah di luar sana.
Dari kejauhan sana, terlihat Bayu sedang berjalan dengan santainya seorang diri. Perlahan-lahan, kakkiku mendekatinya. Dan saat ini, aku sudah tepat berada di sampingnya. “Aura…” Ucap Bayu yang tampaknya keget melihatku tiba-tiba sudah berada di sampingnya. “Hai Bayu, apa kabar? Senang rasanya kita bisa bertemu lagi.” Sambil tersenyum manis ke arah Bayu. “Lihat saja, seperti ini keadaanku sekarang, masih seperti dulu kok.” Dengan membalas senyumanku, dia menjawab pertanyaanku.
Kami berbincang-bincang dan tertawa bersama, sambil mencoba menghilangkan rasa sedihku yang dari tadi tak kunjung hilang. Disepanjang perjalan terlihat anak-anak kecil yang sedang asik bermain. Aku dan Bayu pun ikut bergabung bersama mereka, bernyanyi bersama, menari bersama, dan tertawa bersama. Semua ini membuatku merasa senang. Tidak ada rasa sedih sedikitpun yang kurasa. Semua rasa sedihku yang tadinya menghantuiku kini hilang begitu saja. Menghabiskan waktu seepanjang hari bersama Bayu membuatku merasa nyaman. Dan kali ini hatiku sudah cukup tenang

***

  Beberapa hari ini aku mulai menghilangkan fikiran untuk mengakhiri hidup, saat ini yang aku fikirkan, bagaimana caranya aku dapat bertemu lagi dengan Mickey. Karena aku merasa Mickey masih hidup. Sore itu dengan kaos dan jeans hitam kesayangan, aku berjalan-jalan menghirup udara segar di dekat taman . Aku hanya ingin menenangkan fikiran dari bayang-bayang Mickey yang dapat mengubah hariku yang sedih menjadi menyenangkan.
Hari ini, tepat hari ulang tahun Mickey, aku ingin merayakan ulang tahun  Mickey. Hari ini aku mempersiapkan segala sesuatu sendiri. Kugantungkan lampion-lampion kecil menghiasi pohon. Dan kutaburkan butiran-butiran kelopak bunga mawar di sekitar tempat duduk di bawah pohon. Beberapa makanan dan minuman telah berada di atas meja.
“wahhh… keren banget.” Ucap Taylor yang tiba-tiba saja datang dan langsung duduk di bangku yang sudah kusiapkan untuk nanti. Aku menghidupakn lilin-lilin yang berada di atas kue tart dan aku mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Aku bahagia bisa merayakan ulang tahun Mickey. Walaupun Hari ini Mickey sudah tidak ada di kehidupanku, dan dikehidupan siapapun. Taylor terdiam dan tetap melihatku yang sedang bernyanyi ulang tahun untuk Mickey. Tetapi di akhir lagu, aku terdiam dan mulai meneteskan air mata. Aku teringat kenangaanku bersama Mickey. Akupun bangkit dari teptaku duduk dan langsung berlari menuju ke kamar.

***

Di taman kota, aku dan kamu sering menghabiskan waktu bersama. Di taman ini kamu menceritakanku tentang penyakit yang kamu derita, dan mengatakan padaku untuk menjaga diri baik-baik saat kamu sudah tidak bisa menjaga dan menemaniku lagi. Air mataku menetes dan menangis di pundakmu sambil manganmu mengekus kepalaku dan mencoba untuk menenangkanku.
Kamu mengajakku ke sebuah pantai. Kamu mengatakan padaku jika aku rindu padamu, aku bisa pergi ke tempat ini untuk melepaskan rinduku. Dipantai itu kita membuat kenangan yang indah, yang tidak pernah akan bisa aku lupakan dan aku harap aku bisa melepaskan rinduku di pantai itu seperti yang kamu bilang.
Aku tidak habis fikir apa yang dapat aku lakukan. Aku sudah kehilangan dirimu yang selalu menamamiku. Aku berubah menjadi anak pemurung semenjak kamu pergi meninggalkan aku utuk selamanya. Termenung, dan menangis, itu selalu yang aku lakukan jika teringat dirimu.

***
Sudah puas aku menangis di kamar dan membayangkan kenanganku bersamamu, disaat kau masih bersamaku dulu, akupun keluar kamar untuk memastikan apakah Taylor masih ada dirumahku atau tidak.
“sudah selesai menangisnya?.” Tanya Taylor yang sedang makan seenaknya makanan yang ada di dalam kulkasku. “ngapain kamu masih disini?.” Sambil cemberut ke arah Taylor. “aku rindu saat-saat aku bersama-sama Mickey.” Sambungku lagi. “Hmm… mau kepantai?.” Dengan spontan Taylor mengajakku untuk pergi ke pantai. “ha? Tentu saja. Tapi tunggu, dari mana kamu tau jika aku merindukan Mickey aku selalu pergi ke pantai?.” “Sudahlah jangan banyak omong. Ayoo.” Taylor langsung menarikku untuk segera pergi.
Sambil berjalan di pinggir pantai, aku mencoba berfikir kembali. Sampai kapan aku harus seperti ini. Selalu bersedih dan rasanya tidak ada semangat hidup lagi disaat aku mengingat mu. Aku terus berjalan dan tetap berfikir seperti itu. Aku harap sutu saat nanti, aku dapat menemukan seseoarang yang sepertimu, yang dapat membuatku tertawa kapan saja.
Aku melihat di sekelilingku, kini pantai ini sudah terlihat sangat sepi. Ku coba untuk berteriak sekencang mungkin dipantai ini. Aku harap ini bisa lebih menenangkan fikiranku dan hatiku. Selama ini aku hanya menangis seorang diri dikamar kecilku, dan itu tidak membuatku merasa benar-benar lebih baik.

***

Aku menutup novel itu. Novel itu membuatku merasa takut. Takut untuk kehilangan orang yang ku sayang. Apa aku akan seperti orang yang ada di novel itu jika aku kehilangan Neerja?. Tapi kufikir Neerja bukan orang yang benar-benar aku sayang. Atau mungkin Bayu?. Ya bayu selalu membuatku tertawa bahagia. Disaat aku membutuhkannya dia selalu ada. sedangkan Neerja tidak pernah membuatku bahagia, ia hanya selalu membuatku menangis karna kelakuannya.
Semua itu membuatku sadar. Bayu adalah orang yang seyang padaku, buka Nerja. Mulai dari sekarang aku harus menghentikan semua kelakuan bodohku. Selalu tetap mempertahankan seseorang yag tidak pernah perduli ataupun sayang kepadaku.

***

“Melly, aku dimana? Mana novel yang kubaca semalam, aku belum selesai membacanya.” “Aura, kau sudah sadar?.” Sahut Melly. “Sudah sadar?.” Dengan lemasnya aku menanyakan pertanyaan itu. “Kamu di rumah sakit Aura, apa kamu tidak sadar dengan kejadian tiga hari yang lalu?.” “Kejadian apa? Aku tidak ingat apa-apa. Yang kuingat semalaam aku hanya membaca novel.” “Kamu mengalami kecelakaan Aura, sewaktu kamu mengantar Bayu pulang. Kamu tidak sadarkan diri selama tiga hari ini.”
Apa benar yang dikatakan Melly. Tidak aku tidak percaya. “Bayu? Dimana dia sekarang? Aku ingin bertemu dengannya.” Melly tidak menjawab apa-apa. Melly hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Aura. “Melly kenapa kamu diam saja? Dimana Bayu? Dia tidak apa-apa kan seperti aku?.”  “Aura, Bayu sudah meninggal saat kecelakaan, dia mengalami pendarahan yang sangat banyak. Bayu terlambat dibawa ke rumah sakit, dan Bayu tidak bisa di selamatkan.”
Setelah mendengar kenyataan itu, air mataku langsung mengalir di pipiku. Mengapa semua ini harus terjadi kepdaku?. Mengapa disaat aku telah menyadari orang yang benar-benar aku sayang, dia sudah tidak ada lagi. Apa kehidupanku akan sama dengan cerita yang ada di novel yang kubaca di dalam tidurku selama aku tidak sadarkan diri?. Aku belum sempat balik menyayanginya dan membuatnya bahagia. Aku harap di kehidupan lain aku dapat bertemu dengan dia lagi.
Aku menyayangimu Bayu Geryson.

Advertisements

Nama : Haniel Yefta Purwanto ; Kelas : XI MIA 2 ; Absen : 14

Pacar Terindah

Pada saat aku lulus SMP aku memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang SMA , aku melanjutkan ke SMAN 2 Mataram yang berada dekat dengan rumahku , saat aku masuk aku mengikuti tes kelas internasional . Pada saat itu aku ragu menjawab soal-soal tes kelas internasional karena aku belum pernah mengikuti tes seperti itu , seakan akan aku diperhadapkan dengan tes kenaikan kelas . Tak disangka aku berhasil mengerjakan soal-soal tersebut dan bisa lulus , seminggu setelah tes tersebut aku mengikuti kelas internasional untuk pertama kalinya .

Tak disangka aku bertemu dengan wanita yang begitu cantik , jantungku serasa ingin lepas karena kecantikan wajahnya ketika aku melihat wajahnya . Tak disangka teman sebangku ku untuk pertama kalinya adalah dia , rasanya aku ingin menghentikan waktu ketika dia duduk di sebelah ku saat itu . Rasanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama , tak terasa bel berbunyi dan kami pun kembali ke kelas kami untuk melanjutkan perlajaran reguler.

Setiap hari aku selalu memerhatikan dia seakan akan dia adalah sosok bidadari yang dikirim Tuhan untukku seorang , aku selalu berdoa agar Tuhan menjodohkan ku dengan dia . Bel pulang sekolah pun berbunyi kami pun pulang kerumah kami masing masing , keesokan harinya lagi lagi kami duduk berdua . Jantungku pun berdebar seperti kemarin saat duduk bersamanya , aku sangat bahagia karena Tuhan masih mengijinkanku untuk duduk bersamanya pada hari itu .

Waktupun tak terasa karena kami berdua semakin akrab , aku memberanikan diri untuk menanyakan nomor telefon dia , tak di sangka dia memberikannya . Setelah pulang sekolah akupun bergegas menghubungi dia , ternyata nomor yang diberikan benar . Kami bercakap cakap sepanjang malam hingga kami mengantuk lalu tidur , pada hari ketiga kelas inter , aku dan dia bermain sebuah permainan yang tidak terlalu terkenal .

Tapi bagiku bermain bersama dia adalah suatu kemajuan agar aku bisa semakin akrab dengannya , tak di sangka aku memenangkan permainan tersebut . Peraturan yang kami buat jika ada yang memenangkan permainan tersebut dapat meminta sesuatu , dan terlintas di pikiranku untuk menyatakan perasaanku padanya waktu itu . Seakan akan Tuhan memberi jalan pintas untuk bisa mendapatkan dia , tak lama kemudian aku menyatakan perasaanku .

Awalnya aku ragu karena tidak biasanya aku menyatakan perasaanku kepada wanita di depan umum , tapi hati ku berkata lain aku tetap memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku padanya . Tak disangka dia juga mempunyai perasaan yang sama denganku , dan akhirnya kamipun berpacaran , aku tidak akan pernah melupakan hari itu dimana aku bisa menyatakan perasaanku padanya .

Hari-hari di sekolah kami lewati bersama dengan penuh kebahagiaan , tetapi terkadang kami juga sering mengalami pertengkaran entah itu aku yang memulainya ataupun dia . Setidaknya kami bisa mengatasi masalah kami tanpa perlu menggunakan kekerasan , 1 bulan tak terasa kami lewati bersama-sama .

Dibulan selanjutnya kami semakin hari semakin sering mengalami pertengkaran , pada saat itu aku terlalu sering membuat masalah . Padahal sebenarnya aku hanya ingin diperhatikan saja olehnya karena semakin hari dia semakin akrab dengan temanku , aku berpikir jika nanti dia lebih memilih temanku dari pada aku apakah aku siap menerima dengan lapang dada atau tidak .

Tentu saja aku tidak bisa menerimanya begitu saja , aku mulai bertanya-tanya kepada dia tentang status hubungan dia dengan temanku itu , katanya hanya sekedar teman saja . Namun dipikiranku tidak seperti apa yang dia katakan , aku menganggapnya dia ingin berselingkuh dengan temanku itu , setiap hari aku mulai memperhatikan gerak gerik mereka seakan akan mereka ingin membuatku cemburu .

Tentu saja aku cemburu dengan sikap mereka , karena aku paling tidak suka jika wanita idamanku dekat dengan pria lain selain diriku . Setiap hari aku menegur sikap pacarku jika dia mendekati temenku itu , setiap kami bertengkar selalu karena temanku itu . Tak lama kemudian tidak hanya satu temanku saja yang dekat dengan dia , ternyata sahabatku juga ikut-ikutan mendekati dia entah untuk membuatku cemburu atau yang lainnya .

Waktu itu aku memberanikan diri menanyakan perasaan sahabatku itu , untung saja dia hanya sekedar ingin bertemenan dengan pacarku ini . Dua bulan kami lewati , semakin sering kami bertengkar entah karena temanku ato yang lainnya . Aku mulai merasa kalau dia mempunyai pria lain selain diriku , tapi kata sahabat pacarku dia hanya mempunyai perasaan terhadapku saja .

Aku berterimakasih pada Tuhan karena masih memberikan wanita yang tepat kepadaku meski kami berdua berbeda agama hal tersebut tidak menjadi beban pikiranku pada saat itu . Empat , lima bulan kami lewati tak terasa hampir enam bulan aku bersama-sama dengan dia , waktu bulan ke enam aku memberikan dia 6 tangkai mawar biru kebetulan warna biru adalah warna kesukaanku .

Pada bulan itu aku berharap agar hubungan kami berdua bisa lebih lama lagi , tetapi terjadi sebaliknya kami menyudahi hubungan kami pada bulan ke enam . Seiring jalannya waktu kami tetap berteman seakan-akan kami masih mempunyai hubungan yang spesial layaknya pada waktu pacaran dulu , aku tetap sering main kerumah dia dan di sekolahpun aku tetap duduk bersama dia meski kami sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi . Hubunganku dengan dia semakin hari semakin membaik , kami menjadi lebih mengenal satu sama lain .

Setiap hari seakan-akan aku merasa layaknya berpacaran dengan dia , karena kami selalu bermain bersama . Hari demi hari kami lewati , aku bertemu dengan wanita lain wajahnya membuat aku terpesona layaknya saat pertama kali aku melihat luna , akupun mulai mendekati dia lalu menjauh dari mantanku itu . Aku meminta pin Bbnya saat kami latihan paduan suara .

Tak butuh waktu lama aku bisa mendapatkan dia seolah-olah dia sudah mencintaiku sejak lama sehingga pada saat aku menyatakan cintaku kepadanya dia tidak menolak . Tetapi pada sore harinya aku harus meninggalkan dia , karena aku harus menuntut ilmu ke Australi . Aku sangat sedih ketika hari itu , karena aku harus meninggalkan dia sendiri di kota ku .

Tak lama aku di sana , aku mendengar kalau pacarku mempunyai masalah dengan mantanku yang dulu , aku bingung harus mempercayai yang mana seolah-olah aku di perhadapkan dengan 2 pilihan yang sangat susah untuk aku pilih . Aku pun memilih untuk lebih mempercayai mantanku itu , kenapa ? karena sahabatku mengatakan hal yang berbeda dari pacarku waktu itu .

Aku pun memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan dia karena dia telah membuatku kecewa dengan kebohongan yang ia buat , setelah 2 minggu aku berada di australi aku kembali ke indonesia . Setelah itu hari demi hari aku lewati tanpa adanya pacar yang menemaniku , aku menjali hidup layaknya teman-temanku yang tidak mempunyai pacar .

Tetapi aku diam-diam mulai mendekati mantanku yang pertama tadi , aku tidak pernah terpikir jika aku kembali padanya bagaimana hubungaku dengan dia bisa mesra seperti dulu atau tidak . Tapi aku sudah memutuskan untuk mendekatinya lagi karena aku masih mempunyai rasa sayang kepada dia , tiap hari kami mulai berbicara layaknya teman setidaknya itu awal yang bagus untuk memulai hubunganku yang sempat kandas .

Satu bulan aku dekat dengan dia dan aku sempat menyatakan perasaanku untuk kedua kalinya kepadanya , dia ingin aku menyatakan perasaanku pada saat hari ulang tahunnya . Waw aku sangat tak menduga kalau dia masih mau menerimaku kembali pada saat itu , aku pun mulai merencanakan bagaimana harus menyatakan perasaanku pada saat ulang tahunnya itu .

Tak lama kemudian pada tanggal 12 April hari dimana dia berulang tahun aku bersama teman-temanku memberikan dia kejutan aku melihat wajahnya mulai memerah seakan-akan dia sangat senang ketika aku ikut memberikan kejutan pada saat itu , dan disaat itu aku memberikan dia sebuah kado yaitu sebuah boneka beruang yang berwarna merah muda . Setelah memberikan kado itu aku dan teman-temanku diundang untuk makan masakan yang sudah dihidangkan oleh ibunya , pada saat itu makannnya enak sekali . Pada saat kami ingin berpamitan untuk pulang , aku menyatakan perasaanku kepadanya sesuai janjiku padanya .

Di saat itu aku menyatakan perasaanku kepadanya di depan teman-temanku dan di depan teman-temannya juga , aku sangat malu sampai-sampai aku grogi tidak tahu ingin berkata apa , sekitar 10 menit aku tidak mengucapkan sepatah katapun untuknya setelah itu aku memberanikan diri mencoba untuk menyatakan perasaanku untuk yang kedua kalinya , setelah menyampaikan itu akupun lega dan dia menerimaku menjadi kekasihnya untuk kedua kalinya .

The Autumn Lovers

PicsArt_1416722602888

Oleh :

Nama : Dhea Julia Savitri

Kelas : XI MIA 2

Absen : 9

 

Musim Gugur…. Musim gugur adalah satu dari keempat musim yang ada didunia. Orang-orang banyak tidak menyukai musim gugur karena kebanyakkan dari mereka menganggap bahwa musim gugur itu adalah musim yang menyedihkan. Sejujurnya bagiku musim gugur adalah musim yang indah. Saat musim gugur kita dapat melihat perubahan warna pada daun-daun pohon Maple serta indahnya daun-daun Maple yang berguguran. Seseorang pernah berkata bahwa musim gugur itu adalah musim yang sangat indah dan aku mengakui perkataanya.

Musim gugur mungkin adalah musim yang sedikit dingin, tetapi kau akan merasakan kehangatan jika kamu bisa memandang sebagaimana musim gugur itu sesungguhnya. Di Indonesia memang tidak memiliki musim tersebut, tetapi dulu saat aku pergi ke negeri seberang aku pernah melihat bagaimana musim gugur itu dan aku pun langsung jatuh cinta dengan musim gugur. Dan disaat musim gugur ini juga aku bisa mengetahui apa itu cinta sejati yang sebenarnya.

Continue reading